Jumat, 10 November 2017

2 Kali Mantu, Jokowi Tidak Memilih Istana untuk Acara. Mungkin ini Alasannya


Presiden Jokowi baru saja menyelesaikan hajat pernikahan putrinya Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. Pernikahan ini merupakan acara pernikahan kedua bagi keluarga Presiden Jokowi. Acara pernikahan sebelumnya adalah pernikahan putranya Gibran Rakabuming Raka. 

Namun meskipun dua kali mantu saat menjadi Presiden, Jokowi tak pernah menggelar hajatan di Istana Negara.Ia lebih memilih untuk menggelar pesta di kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah. Hal ini sempat membuat publik penasaran, apa alasan Jokowi melakukan itu.

Diduga mencoba menganalisis alasan Presiden, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, membuat sebuah postingan di akun Facebooknya tentang pernikahan Kahiyang.

Ia berbicara tentang pernikahan Kahiyang yang meriah tetapi sederhana, mengenai banyaknya orang yang hadir, alasan Jokowi tak mantu di Istana, hingga alasannya repot-repot mengurusi pernikahan anak Presiden.

Dikutip dari detiknews.com, begini pendapat Luhut tentang pernikahan Kahiyang.


"Banyak acara pernikahan anak orang terpandang maupun anak presiden yang pernah saya hadiri. Pesta mereka jauh lebih extravaganza dibanding pernikahan Kahiyang-Bobby yang saya hadiri beberapa hari terakhir di Solo.

Acara mantu Presiden Jokowi kali ini lebih cocok disebut sebagai pesta rakyat. Karena banyak sekali yang hadir, mulai dari tukang becak, pejabat negara, sampai orang terkenal di Indonesia.

Resepsi dihadiri 8.410 relawan. Sampai-sampai panitia terpaksa meminta selebihnya untuk pulang ke rumah, yang memang asalnya dari sekitar gedung acara saja. Kalau tidak dibatasi, relawan yang hadir akan lebih banyak lagi. “Dua kali!” begitulah spirit mereka waktu kami berdialog, mendukung Jokowi untuk melanjutkan pemerintahannya sampai 2 periode.

Lalu kenapa Presiden Jokowi tidak mau menikahkan anaknya di Istana Negara? Bisa saja kalau Beliau mau. Tapi saya lihat Jokowi memang menginginkan kesederhanaan dan kedekatan dengan masyarakat.

Semua serba sederhana, saya lihat dari undangannya, gedung, baju pengantin, dan makanannya. Meski warnanya sederhana, tapi acara tertata dengan rapi, kesakralan prosesinya pun tidak hilang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar