Selasa, 07 November 2017

5 Tips Menghadapi Orang yang Membenci Kita


Sebagai makhluk sosial tentu kita tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari yang harus berhubungan dengan orang lain atau bermasyarakat. Hubungan bermasyarakat tentu sangat dinamis, kita akan menemukan berbagai individu dengan sifatnya yang berbeda-beda.

Dalam proses bersosialisasi dengan perbedaan karakter ini, kita sering menemukan hal-hal diluar dugaan. Misalkan, tanpa sebab dan alasan yang jelas, teman, tetangga, bahkan saudara secara mengejutkan membenci kita. Apalagi kalau dibenci pacar. Halahhh, kiamat sepertinya datang lebih cepat.

Sebenarnya, hal ini sangat wajar. Tentu, kita tidak dapat memaksa orang lain untuk serta merta menyukai kita.

Diluar sebab dan alasan apapun, berikut hal yang bisa kita lakukan untuk menghadapi orang yang kadang tanpa kita sadari, ternyata membenci dengan diam-diam, maupun secara terang-terangan.

1. Instrospeksi Diri

Langkah pertama menghadapi "kebencian" dari orang lain adalah dengan melakukan proses instrospeksi diri. Kadang, ucapan yang terlalu vulgar, bercanda yang tidak pada tempatnya, atau terlalu overacting tanpa disadari memicu rasa kebencian sekaligus membuat orang lain tersinggung terhadap diri kita.

Proses ini, tidak akan pernah merugikan diri kita sendiri. Teruslah melakukan instrospeksi diri agar kita menjadi pribadi yang lebih bijak dan sebagai sarana mengevaluasi diri.

Jika lulus dengan tahapan instrospeksi, yakinlah, ada banyak hal yang bisa kita rubah dari sikap kita. Sulit? Gak juga. Karena proses ini tidak membutuhkan bantuan siapapun. Cukup merenung, dan ajaklah hati nurani berbicara. Niscaya, banyak hal positif yang akan kita dapatkan.

2. Abaikan Para Pembenci itu

Bila kita sudah berulang kali melakukan instrospeksi diri, namun kebencian bukannya mereda malah semakin gila, maka langkah yang sedikit ekstrem adalah dengan mengabaikannya. Bisa jadi, jiwa mereka memang sudah tersusupi bisikan para setan begundal yang membuat rasa benci mengendap didalam sanubari.

Lalu, buat apa dimasukin ke hati? Kan kita sudah merenung, mengubah, dan melakukan serangkaian instrospeksi. Kok masih membenci?

Namanya orang benci, meski kebaikan telah terlihat oleh mata, yang tampak hanya salah dan salah. Ya udah, cuekin aja. Namun, kita harus waspada dengan pembenci yang disertai dengan sifat iri. Banyak cara yang mereka lakukan untuk menurunkan reputasi kita. Bahkan tak jarang mereka melempar fitnah sekaligus memprovokasi lingkungan sekitar kita.

Jika hal ini terjadi, langkah bijak yang harusnya dilakukan tidak cukup sebatas menghindari. Tetapi, lakukan klarifikasi terhadap beberapa orang yang terindikasi telah terprovokasi oleh teman yang kadung iri kepada diri kita.

3. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Poin ke tiga ini erat kaitannya dengan dampak negatif yang mungkin saja bisa ditimbulkan akibat orang yang membenci kita. Diakui atau tidak, apabila mendengar atau merasakan bahwa diluar sana ada orang yang membenci kita, maka psikis kita bisa down.

Bila ini yang terjadi, justru kita berada pada pihak yang merugi. Oleh sebab itu, tidak lah salah kita meningkatkan rasa percaya diri ini, bila perlu diupgrade dalam level maksimum.

Tujuan dari langkah tersebut, agar tidak terpukul dengan aroma kebencian yang ditebar oleh mereka yang tidak menyukai kita. Bila diperlukan, tetaplah tersenyum dan tertawa menyikapi gerombolan orang-orang yang memendam rasa benci.

Katakan padaku, adakah hal indah selain bisa tersenyum dan tertawa dihadapan orang yang membenci kita? Membalas perlakuan sengkuni dengan tetap riang bernyanyi meski tak semerdu suaranya Isyana Sarasvati?

4. Kontrol Emosi, dan Jangan Gegabah

Jengkel dan emosi itu pasti terjadi saat menemukan fakta ada orang yang membenci kita.
Namun, tidak banyak yang bisa kita peroleh dari amarah. Justru, emosi yang tak bertepi akan membuat satu kemenangan buat orang-orang yang iri dan benci.

Tahan diri, dan buktikan bahwa apa hal buruk yang terlanjur mengendap dalam benak mereka itu salah. Susah kah? Lumayan. Karena jika kita gegabah dan terpancing emosi, itu sama saja dengan semakin memperburuk situasi.

5. ‎Hadapi Mereka, dan Ajaklah Berbicara Untuk Menyelesaikan Masalah

Ini merupakan langkah paling gentle. Apabila melihat, menyaksikan atau mendengar ada orang yang membenci kita, pastilah ada sebab musababnya.

Langkah pada poin ke lima ini akan mudah kita lakukan, jika keempat hal sebagaimana disebut diatas telah mampu kita lewati dengan baik. Sebagai misal, bila belum mampu menahan emosi dan belum juga melakukan instrospeksi diri, maka menghadapi orang yang tidak suka, benci, maupun iri kepada kita, kemungkinan akan bisa berakhir dengan duel seperti para gladiator.

Oleh sebab itu, tak salah jika langkah terakhir ini kita lakukan, dengan tujuan menyelesaikan masalah sekaligus melakukan klarifikasi. Bisa jadi selama ini terjadi miskomunikasi, atau ada hal yang harus diperbaiki dari kedua belah pihak. Lantas, bagaimana mengetahui orang yang membenci kita secara diam-diam? Jika membenci dilakukan dengan terang-terangan, maka hal ini akan mudah bukan?

Tiap-tiap orang dianugerahi perasaan untuk bisa menyikapi keadaan sekitarnya. Kadang tatapan mata, gesture tubuh serta sikap seseorang, bisa dijadikan ukuran orang suka atau benci.

Belajarlah untuk lebih peka dalam menganalisa lingkungan disekitar. Niscaya, kita bisa melihat beberapa fenomena. Tapi jangan pula menuduh bila kebenarannnya masih dipertanyakan. Kadang jarak antara benci dan perhatian itu begitu tipis. Setipis kulit ari. Bukankah begitu?
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar