Selasa, 07 November 2017

Penting Antisipasi Kesehatan Anda, 5 Kelompok Peserta BPJS



Orang bijak bicara bahwa kesehatan adalah harta yang tak ternilai harganya. Bagaimana menurut Anda? Setuju atau tidak yang jelas biaya kesehatan sekarang sangat mahal. Untuk itu pemerintah telah mengeluarkan program BPJS untuk kesehatan bagi masyarakat luas, khususnya untuk kalangan menengah ke bawah. 

Info bagi Anda, berikut pengelompokan kepesertaan BPJS.    Ingat ya, besaran iuran yang dibayarkan oleh peserta BPJS tergantung dari kategori kepersetaannya lho..

A. Untuk kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) atau Peserta Mandiri (Perorangan)

Iuran BPJS Kelas 1 : Rp. 80.000, Peserta mendapatkan fasilitas kesehatan rawat inap setara kelas 1 dengan jumlah pasien per kamar 2-4 orang.

Iuran BPJS Kelas 2 : Rp. 51.000, Peserta mendapatkan fasilitas kesehatan rawat inap setara kelas 2 dengan jumlah pasien per kamar 3-5 orang.

Iuran BPJS Kelas 3 : Rp. 25.500, Peserta mendapatkan fasilitas kesehatan rawat inap setara kelas 3 dengan jumlah pasien per kamar 4-6 orang.

Pembayaran iuran paling lambat tanggal 10 setiap bulan.

 B. Untuk Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI)

Iurannya dibebankan sebesar Rp 19.225 per orang per bulan, namun ditanggung oleh pemerintah (APBN atau APBD), jadi tidak perlu membayar iuran sendiri dan tidak perlu memiliki rekening bank. Sayangnya peserta BPJS PBI hanya berhak atas bpjs kelas 3 dan peserta BPJS PBI hanya dapat berobat di faskes tingkat 1 puskesmas kelurahan atau desa. Peserta BPJS PBI dan non pbi yang mengambil kelas 3 juga tidak bisa naik kelas ketika di rawat.

Untuk menjadi peserta BPJS PBI hanya dapat direkomendasikan oleh data rekonsiliasi dari kementrian sosial atas referensi dari dinas sosial setempat, jika sesuai dengan kategori miskin dan kurang mampu maka peserta akan didaftarkan menjadi peserta bpjs PBI.

C. Pekerja Penerima Upah (PPU) – PNS/TNI-POLRI/NON-PNS

Iuran bagi Peserta Pekerja Penerima Upah yang bekerja di lembaga pemerintahan seperti Pegawai Negeri Sipil, anggota TNI, anggota Polri, pejabat negara dan pegawai pemerintah non-PNS ditetapkan sebesar 5% dari gaji atau upah per bulan dengan ketentuan, sebesar 3% iuran dibayarkan oleh pemberi kerja dan 2% dibayar oleh peserta.

Jadi semisal kamu saat ini tercatat sebagai PNS dengan gaji Rp 5 juta, maka iurannya sebesar Rp 250.000 di mana sebesar Rp 150.000 dibayarkan oleh pemerintah dan Rp 150.000 dibayar oleh peserta sendiri.

 D. Pekerja Penerima Upah (PPU) – BUMN/BUMD/Swasta

Untuk kelompok ini, iuran BPJS Kesehatan yang dibebankan adalah sebesar 5% dari gaji atau upah per bulan dengan ketentuan 4% dibayarkan oleh pemberi kerja dan 1% dibayar oleh peserta. Adapun iuran BPJS Kesehatan untuk peserta keluarga tambahan kelompok PPU, yaitu anak ke-4 dan seterusnya, ayah, ibu, mertua, iurannya sebesar 1% dari gaji atau upah per orang per bulan dan dibayarkan oleh si pekerja penerima upah.

 E. Kelompok Veteran, Perintis Kemerdekaan, dan keluarga

Untuk kelompok ini, iuran BPJS Kesehatan ditetapkan sebesar 5% dari 45% gaji pokok PNS golongan IIIA dengan masa kerja 14 tahun per bulan, dibayar oleh pemerintah. Keluarga di sini termasuk, janda, duda, anak yatim piatu dari veteran atau perintis kemerdekaan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar