Rabu, 24 Januari 2018

Inilah 4 Fakta Warung Makan "Nuthuk", Anda Perlu Tahu agar Tidak Menjadi Sasaran


Di Jogja dikenal ada warung makan 'nuthuk'. Anda tahu artinya? Ya, itu istilah yang disematkan kepada pedagang atau warung makan khususnya lesehan di Malioboro yang menaikkan harga secara tidak wajar.

Fenomena ini telah terjadi berulang meski pihak yang terkait telah melakukan penertiban. Beberapa kejadian telah menimbulkan reaksi yang negatif dari masyarakat, baik yang langsung yaitu konsumen maupun yang tidak langsung yaitu masyarakat yang terlibat dengan dunia pariwisata.

Untuk antisipasi kejadian menimpa anda ini beberapa fakta tentang warung 'nuthuk' :

1. Umum terjadi di berbagai tempat

Tidak hanya di Jogja, di daerah lain bahkan di luar negeri bisa terjadi. Ada kejadian empat turis asal Jepang melapor ke polisi soal tagihan pembayaran makanan dari sebuah restoran di Venesia. Mereka diharuskan membayar sebesar $ 1.347 atau sekitar Rp 17 juta (detik.com).

Dilansir BBC, Selasa (23/1/2018), empat turis yang masih berstatus siswa itu memesan empat steak daging, satu ikan goreng dan air. Mereka kaget setelah menerima tagihan pembayaran.

Wali Kota Venesia, Luigi Brugnaro merespons kasus itu. Melalui cuitan Twitter, Luigi mengatakan bakal menyelidiki persoalan tersebut. "Kami benar-benar akan memeriksa kasus ini. Kami akan memeriksa apakah keluhan tersebut benar. Jika benar terkonfirmasi, kami akan mengadili mereka yang bertanggung jawab," cuit Luigi.

Belum diketahui apa nama restoran itu. Media lokal juga tidak menyebut nama restoran.

2. Biasanya menimpa wisatawan

Bisa dipahami ini terjadi karena biasanya wisatawan datang dari tempat yang jauh yang dianggap belum banyak mengetahui kondisi setempat. Pedagang makanan menjadikan wisatawan sebagai sasaran empuk untuk melakukan aksinya.

3. Biasa terjadi pada momen yang ramai

Saat kunjungan wisata ramai seperti akhir tahun atau liburan sekolah tidak sedikit pedagang makanan yang akan menaikkan harga sampai tidak wajar. Hal ini tidak terlepas dari hukum ekonomi supply dan demand. Kondisi ini terkadang membuat wisatawan dihadapkan pada kondisi yang memaksa mau tidak mau harus membeli makanan yang harganya mahal karena terbatasnya barang.

4. Biasa dilakukan warung makan tidak menetap.

Warung makan atau restoran yang mempunyai tempat yang menetap tidak akan berani menaikkan harga yang tidak wajar. Mereka tentu akan menjaga nama baiknya khususnya di mata para pelanggannya.

Warung makan yang menetap atau restoran biasanya sudah mempunyai pelanggan yang fanatik, sehingga tidak mustahil jika diantara mereka sudah terjalin komunikasi yang baik. Lain halnya dengan warung makan tidak menetap yang biasanya hanya berpikir jangka pendek.


Itulah beberapa fakta tentang warung 'nuthuk' yang perlu anda ketahui, semoga dengan  mengetahui info tersebut anda bisa lebih berhati-hati dan antisipatif sehingga tidak mengalami  atau menemuinya di saat anda sedang bepergian.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar