Senin, 05 Februari 2018

Inilah Tips Memilih Pakaian Batik Sesuai Bentuk Tubuh Anda


Batik sebagai salah satu kain tradisional --yang mungkin paling populer, memiliki berbagai macam jenis dari berbagai daerah asal. Dengan motifnya yang amat beragam, kerap membuat banyak orang tergerak untuk mengoleksinya.

Namun ternyata, tidak semua motif batik bisa sesuai dengan tubuh dan kepribadian kita. Apalagi, jika ingin terlihat "perfect" dari segi fesyen. Nah, jika Kamu bingung untuk memilih batik yang sesuai, maka sebaiknya perhatikan dulu tips berikut ini.

Perancang busana sekaligus Founder Batik Chic, Novita Yunus mengatakan, memilih batik pada dasarnya kembali lagi pada selera berbusana masing-masing orang.

Cobalah tengok isi lemari, dan lihat warna apa yang kira-kira paling dominan. "Dari situ kita lihat, biar kita gampang mix and match," ujar Novita KOMPAS.com Lifestyle saat ditemui di Creative Biz Forum akhir pekan lalu.

Misalnya, pakaian yang dominan adalah warna pastel, maka kita bisa padupadankan dengan batik-batik berwarna pastel, misalnya batik Pekalongan.

Sementara, jika isi lemari dominan dengan warna konservatif dan office wear, maka bisa memakai batik cokelat.

"Jadi itu pasti akan terpakai. Boleh bereksperimen cuma harus kita sesuaikan juga. Kita pede dan yakin enggak untuk pakai seperti ini," tutur dia.

Demi menunjang penampilan, bisa juga ditambah dengan asesoris. Tapi ingatlah untuk tidak menggunakan asesoris terlalu ramai. Sesuaikanlah dengan motif batik yang dipakai.

Novita mencontohkan pakaian yang dikenakannya. Ia hanya menggunakan asesoris kalung karena sudah memakai bawahan batik, serta kerudung dengan motif ramai. Di bagian bawah bajunya juga terdapat cetakan batik.

Selain itu, ingat juga bahwa kita tidak selalu harus menggunakan batik tersebut dari atas sampai bawah. Untuk membuat penampilan lebih sederhana namun tetap cantik, bisa pula hanya menggunakan satu bagian saja. Misalnya, menggunakan outer batik.

Pemilihan motif juga harus dipertimbangkan sesuai bentuk tubuh. Untuk bentuk tubuh yang kecil, misalnya, lebih baik tak memilih motif batik yang besar atau terlalu ramai. Juga disesuaikan dengan acara yang akan kita hadiri. "Kita lihat occassion-nya, apakah kasual atau perlu sesuatu yang lebih grand," kata Novita.

Bagaimana, sudah terbayang bukan? Kini saatnya kita membuka lemari dan mulai mencobanya...(kompas)
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar